MODUL 8
JARINGAN
KOMPUTER (TCP/IP)
1. Pengalamatan IP (IP Addressing)
Internet
(International Network) merupakan sebuah “jaringan raksasa” yang terdiri
atas komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lain. Untuk dapat saling
berkomunikasi, masing-masing komputer harus mempunyai kartu jaringan. Kartu
jaringan tersebut mempunyai nomor identitas yang unik. Sebagai contoh, nomor ID
kartu jaringan adalah 00:50:FC:FE:B1:E9. ID tersebut sulit
untuk diingat. Bayangkan bila untuk berkomunikasi sesama komputer dalam
jaringan harus menghapalkan ID kartu jaringan masing-masing. Untuk memudahkan
hal itu, maka digunakan protokol TCP/IP pada setiap komputer. Setiap komputer
yang menggunakan protokol ini harus memiliki nomor yang disebut sebagai alamat
IP, sehingga untuk melakukan koneksi kita tinggal menggunakan nomor IP komputer
yang tentunya hal ini lebih mudah daripada menggunakan nomor ID kartu jaringan.
Penomoran
IP hanya digunakan untuk memudahkan saja karena untuk berkomunikasi antara
komputer yang satu dengan yang lainnya tetap menggunakan no ID kartu jaringan
yang sudah diakomodasi oleh protokol TCP/IP. Untuk IPv4 nomor IP terdiri atas
32 bit dan dibagi menjadi 2 buah field, yaitu:
- net
id yang menunjukan jaringan kemana host dihubungkan.
- host
id yang memberikan suatu pengenal unik pada setiap host
pada suatu jaringan.
Untuk memudahkan identifikasi, alamat IP
yang terdiri dari 32 bit tadi dituliskan menjadi 4 nilai numerik yang
masing-masing bernilai 8 bit. Misalnya saja nomor IP 192.168.19.1 sebenarnya
adalah 11000000 10101000 00010011 00000001 dimana 11000000 merupakan bilangan
binary 8 bit dari 192, 10101000 merupakan bilangan binary 8 bit dari 168,
00010011 merupakan bilangan binary 8 bit dari 19 dan 00000001 yang merupakan
bilangan binary 8 bit dari 1. Alamat IP yang dapat dipakai dari alamat 0.0.0.0
sampai dengan alamat 255.255.255.255 sehingga jumlah maksimal alamat IP yang
bisa dipakai adalah 28 x28 x 28 x28
= 4,294,967,296. Untuk memudahkan pengelolaan alamat IP dari jumlah IP address
sebanyak itu dikelompokan menjadi beberapa kelas oleh badan yang mengatur
pengalamatan Internet seperti InterNIC, ApNIC atau di Indonesia dengan IDNICnya
menjadi sebagai berikut ini :
1.
Alamat IP kelas A dimulai
dari bit awal 0. Oktet pertama dari berupa net id dan sisanya adalah host
id.
2.
Alamat IP kelas B dimulai
dari bit awal 10. Dua oktet pertama digunakan untuk net id dan sisanya
digunakan untuk host id.
3.
Alamat IP kelas C dimulai
dari bit awal 110. Tiga oktet pertama digunakan untuk net id dan sisanya
digunakan untuk host id.
4.
Alamat IP kelas D dimulai
dari bit awal 1110. Alamat IP kelas D digunakan untuk mendukung multicast.
5.
Alamat IP kelas E dimula
dari bit awal 11110. Alamat IP kelas ini digunakan untuk
tujuan eksperimen.
Agar lebih jelas, silakan lihat tabel di
bawah ini:
Selain
pengelompokan alamat diatas, alamat IP juga dibagi atas Private IP dan Public
IP. Private IP adalah alamat yang digunakan untuk pengalamatan LAN (Local
Area Network) dan tidak dikenal oleh internet, sedangkan Public IP adalah
alamat yang digunakan untuk pengalamatan internet. Sehingga apabila Private IP
mengadakan komunikasi dengan Public IP atau internet diperlukan suatu mekanisme
yang disebut dengan NAT (Network Address Translation). Adapun range dari
Private IP pada setiap kelas adalah seperti pada tabel di bawah ini:
Dalam
setiap komputer yang mempunyai sistem operasi juga terdapat sebuah IPDefault
yang akan digunakan sebagai loopback, yaitu alamat IP yang menunjuk
kepada dirinya sendiri. Alamat IP ini adalah 127.0.0.1 yang biasanya mempunyai
hostname localhost. Alamat IP ini biasanya hanya dipakai sebagai
loopback saja sehingga alamat ini tidak dipakai untuk melakukan pengalamatan
kartu jaringan.
2. Konfigurasi Jaringan
Windows memberikan 2 metode untuk mengkonfigurasi
TCP/IP, yaitu:
- Konfigurasi
Otomatis
- Konfigurasi
Manual
1.
Konfigurasi Otomatis
Konfigurasi
ini adalah cara termudah sebab Windows sudah memberikan Private IP Address
secara otomatis bila Lan Card sudah terinstall. Cara mengkonfigurasi TCP/IP
secara otomatis pada server, yaitu :
1. Klik Menu Control Panel > Network and Sharing
Center > Change Adapter Settings
2. Klik
kanan pada Local Area Connection pilih Properties pada tab General pilih
Internet Procokol (TCP/IP) kemudian
klik Properties.
3. Kemudian centang Obtain an IP Address
automatically.
4. Kemudian klik OK maka konfigurasi Otomatis
selesai.
2.
Konfigurasi Manual
Konfigurasi
manual adalah cara mengkonfigurasi TCP/IP secara manual atau subnet mask,
default gateway, DNS server, dan WINS server secara manual. IP address pada
metode ini bersifat permanen. Adapun cara mengkonfigurasi TCP/IP secara manual
adalah:
1.
Klik Menu Control Panel > Network and
Sharing Center > Change Adapter Settings.
2.
Klik kanan pada Local Area Connection
pilih Properties pada tab General pilih Internet Procokol (TCP/IP) kemudian klik
Properties.
3.
Klik ganda pada Internet
Protocol Version 4 (TCP/IP)
4.
Klik Use the following
IP address
5.
Masukan nomor alamat IP yang diinginkan
6.
Kemudian Klik OK













0 komentar:
Posting Komentar